Tulisan Siswa

Dampak Pandemi Covid-19 pada Pendidikan

  • Yusuf Darmadi XI IPS 1 dan Seby Al Rohim X IPS 1
  • 02 Desember 2020

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk negara kita Indonesia. Adanya pandemi ini membuat kita semua harus meminimalisir kegiatan di luar rumah dan membiasakan diri melakukan kegiatan-kegiatan dari rumah (work from home).


Selain itu, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Karena adanya Pandemi Covid-19 maka pemerintah mengeluarkan peraturan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan di rumah masing-masing.


Tentu saja pembelajaran secara daring ini menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap pendidikan di Indonesia.


Dampak Negatif



  1. Kurangnya penguasaan menggunakan teknologi


Keterbatasan Penguasaan Teknologi Informasi oleh Guru dan Siswa. Kondisi guru di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Magelang pada khususnya tidak seluruhnya paham penggunaan teknologi, terutama guru guru yang menjelang pensiun. Begitu juga dengan siswa, terutama yang dipelosok desa kurang menguasai teknologi untuk pembelajaran. Sarana dan Prasarana yang Kurang Memadai. Perangkat pendukung teknologi mahal.


Guru memegang peran penting untuk mensukseskan pembelajaran daring. Seorang guru dituntut untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi terutama dalam kegiatan pembelajaran. Peningkatan penggunaan teknologi bisa dilakukan dengan belajar secara on line maupun melalui diklat. Untuk Kabupaten Magelang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang telah mengadakan kegiatan Diklat daring Office 365 secara serentak pada tanggal 29 Juni sampai dengan 2 Juli 2020



  1. Tidak semua pelajar memiliki Handphone untuk melakukan belajar online


Banyak murid SDN Kedaung Wetan 2 di Kecamatan Neglasaroi, Kota Tangerang, tidak memiliki handphone. Padahal pada masa pandemi Covid-19 ini mereka harus belajar secara online.


Suherni, guru kelas 6 SDN Kedaung Wetan, mengatakan sekitar 50 persen murid di sekolahnya tidak memiliki gadget. Menurutnya orang tua murid di sekolah ini berasal dari kalangan tak mampu. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Suherni menyebut untuk mengantisipasi masalah ini, dirinya memperbolehkan siswa ke rumah.



  1. Jaringan internet


Sebanyak 9,25% dari seluruh siswa TK, SD dan SMP di Kota Bandung masih kesulitan mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Data tersebut didapat dari hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kota Bandung selama penyelenggaraan PJJ tahap pertama pada Maret-Juni 2020.


Kepala Seksi SMP Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto mengatakan, total siswa TK-SMP di Kota Bandung berjumlah sekitar 300 ribu orang. Jumlah siswa yang menjadi sampel survei tersebut sebanyak 44 ribu orang.



  1. Tidak semua pelajar dapat belajar dengan efektif seperti di sekolah


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelajar seperti sulit memahami materi, dan rasa malas dan sulit konsentrasi.



  1. Sulit memahami materi


    Dikutip dari medcom.id memaparkan bahwa menurut survey yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 1.700 siswa selama pembelajaran jarak jauh, dalam empat minggu pertama saja sudah ditemukan banyak siswa yang tidak senang dengan proses belajar online. KPAI menyebutkan presentase siswa yang tidak senang belajar di rumah sebanyak 76,7 persen dan 23,3 persen menyatakan senang dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah.



  1. Rasa malas dan sulit konsentrasi


    Belajar secara online justru malah menambah rasa malas dan juga sulit untuk berkonsentrasi bagi siswa. Selain karena sudah pusing dengan tugas-tugas yang diberikan, siswa juga menjadi lebih banyak waktu untuk bermain gawai. Seperti bermain game, membuka instagram, twitter, youtube, dan sosial media lainnya dibandingkan dengan belajar. Akibatnya muncul rasa malas yang sangat susah untuk dilawan dan juga sulitnya berkonsentrasi ketika belajar, terlebih ketika guru malah sering memberikan banyak tugas yang malah akan membuat siswa semakin bosan dan stress ketika belajar.


 


Dampak Positif



  1. Menambah wawasan dalam penggunaan teknologi


Teknologi pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan arahah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan proses kegiatan belajar mengajar harus dilakukan melalui pembelajaran daring atau jarak jauh (Berdasarkan SE No. 4 Tahun 2020 tentang kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran COVID-19). Dampak yang dirasakan akibat pandemi ini juga membuat pendidikan di Indonesia mulai bereksperimen dengan menciptakan beberapa teknologi pendidikan yang menunjang pembelajaran serta turut aktif mengikuti revolusi industri 4.0. Dengan keadaan kritis ini pemerintah serta kalangan akademisi menciptakan teknologi pendidikan dengan berbagai macam model mulai berupa aplikasi, website, podcast,class room dan lainnya demi menciptakan keadaan efisien untuk generasi muda/millenial saat belajar mandiri.


 



  1. Banyaknya situs belajar online yang dapat di akses


Percepatan transformasi teknologi pendidikan karena pandemi Corona membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung PJJ.


Banyak munculnya aplikasi belajar online membuat belajar #DariRumahAja tetap dapat dilakukan dengan efektif. Aplikasi-aplikasi belajar online dikembangkan dengan penyediaan fitur-fitur yang memudahkan dalam melakoni belajar online.


Salah satu aplikasi yang memiliki fitur yang keren, user interface yang friendly, teruji, dan andal adalah aplikasi eStudy. Aplikasi ini menjadi salah satu solusi PJJ yang sangat recomended untuk digunakan.


 



  1. Pelajar dapat di pantau oleh orangtuanya secara langsung


Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi yang tidak terbatas. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah mereka pada akhirnya memenuhi potensi itu. Para ahli percaya bahwa peran orangtua dalam kehidupan anak memiliki dampak yang luas serta dengan adanya pengawasan dari orangtua anak akan mudah dipantau perkembanganya secara langsung. Keterlibatan orangtua sangat penting bagi anak untuk berprestasi di sekolah. Beberapa orangtua mungkin berpikir bahwa itu adalah peran guru untuk mengajar, bukan peran mereka. Tetapi kepercayaan seperti itu tidak merugikan orangtua dan anak-anak. Anak-anak tidak memulai dan berhenti belajar hanya selama hari sekolah. Mereka selalu terbiasa dengan belajar, di rumah, dengan teman, dan melalui pengaruh lain.


 Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orangtua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Untuk itu orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak. Sudah merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing keluar potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan tidak lupa memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap. Sebagaimana Muller menyatakan, “Kemitraan keluarga-sekolah dan masyarakat sedang mendefinisikan kembali batas-batas dan fungsi-fungsi pendidikan. Mereka memperbesar kapasitas orang tua dan komunitas; mereka menciptakan kondisi di mana anak-anak belajar lebih efektif. Dengan cara ini mereka mengambil pendidikan di luar gerbang sekolah” (Müller, 2009).

AKM DARI SUDUT PANDANG SISWA
  • 24 Maret 2021
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu Asesmen Nasional yang sedang digalang oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menggantikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Asesmen Nasional sebenarnya terdiri dari tiga bagian yaitu ...
SEBERAPA PENTING BANGUN PAGI
  • 23 Maret 2021
bagi seorang pelajar bangun pagi itu penting karena banyak nya kegiatan pagi yang harus dilakukan seperti : beribadah di awal waktu. Bagi siswa muslim, bangun pagi lebih awal, tepatnya ketika berkumandang bunyi azan, akan ...
PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DAN KESUKARELAWANAN PEMUDA
  • 18 Maret 2021
Menurut Pasal 1 Angka 1  UU No. 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara ...
PJOK DI MASA PANDEMI
  • 16 Maret 2021
Olahraga atau aktivitas fisik sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat mencegah terjadinya ...
PENENTUAN JURUSAN KULIAH DAN PENGARUHNYA
  • 12 Maret 2021
Tahun pelajaran 2020/2021 akan segera berakhir. Itu menandakan pembelajaran untuk siswa kelas XII SMA/SMK juga akan segera berakhir.Ini berarti mereka akan berada di persimpangan jalan, antara melanjutkan pendidikan atau tidak. Karena tidak semua orang ...
JADI PENGURUS OSIS ITU CAPEK TAPI KEREN
  • 10 Maret 2021
Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang lebih sering disebut OSIS adalah bagian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Yang pernah sekolah SMP/SMA pastilah mengenal OSIS. Semua siswa SMP/SMA otomatis menjadi anggota OSIS, tetapi tidak ...