Tulisan Siswa

PENGARUH PARIWISATA TERHADAP KEUANGAN DAERAH

  • Dito XII IPA 1
  • 22 April 2020

Desentralisasi merupakan suatu bentuk tata pemerintahan dimana kewenangan dan kekuasaan tidak terpusat, melainkan menyebar ke daerah-daerah. Untuk memahami pengertian desentralisasi, kita perlu juga memahami istilah ’sentralisasi’. Kedua istilah tersebut memiliki hubungan yang antonim.. Tujuan dari kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Tujuan pelaksanaan otonomi daerah ini harus menjadi fokus kebijakan Pemerintah Daerah dalam seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan daerah agar membuat daerah semakin maju.


Bagi Pemerintah Daerah Kota, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan akan lebih difokuskan pada pengembangan perekonomian daerah dalam bidang industri, perdagangan, dan jasa, karena keterbatasan potensi pertanian dalam wilayah perkotaan. Dalam hal ini, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dari setiap Pemerintah Daerah Kota, terutama dalam mendorong sektor swasta untuk mengembangkan sektor industri, perdagangan dan jasa, yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga dapat menambah kesejahteraan masyarakat.


Upaya pengembangan perekonomian daerah dimaksud harus senantiasa mengindahkan ketentuan hukum yang berlaku agar perekonomian daerah tetap berlangsung dengan lancar, karena perilaku kreativitas dan inovatif biasanya bersifat "terobosan (breakthrough)", dapat saja melenceng dari ketentuan peraturan perundangan. Meskipun secara akademik, setiap Kepala Daerah memiliki diskresi kewenangan yang disebut "Freies Ermessen", yakni kebebasan bertindak atau mengambil keputusan bagi pejabat publik berdasarkan pendapat sendiri karena adanya kekosongan ketentuan hukum tata negara, namun diskresi kewenangan ini tidak menjadi alasan penyimpangan terhadap koridor hukum yang berlaku.


Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri senantiasa mendorong Pemerintah Daerah untuk berkreativitas dan berinovasi, namun harus tetap dalam koridor hukum yang berlaku. Upaya pengembangan perekonomian daerah, yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah adalah penyediaan prasarana dan sarana transportasi untuk memudahkan mobilitas antar wilayah. Kondisi transportasi perkotaan pada sejumlah daerah di Indonesia saat ini menunjukkan keadaan yang memprihatinkan, karena selain tingginya tingkat kemacetan lalu lintas terutama pada ibukota Provinsi, juga masih terbatasnya infrastruktur jalan dan jembatan yang dapat menghambat mobilitas manusia dan barang antar wilayah. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kota untuk memfokuskan kebijakan daerah pada upaya peningkatan penyediaan prasarana dan sarana transportasi wilayah bagi kepentingan masyarakat dan pengembangan perekonomian daerah.Sehingga mobilitas manusia dan barang antar wilayah dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


Menurut laporan World Trade Organization (WTO), secara akumulatif, sektor pariwisata mampu mempekerjakan sekitar 230 juta lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi ratusan milyar dollar terhadap perekonomian di berbagai negara. Kita pernah mengalami masa emas perkembangan pariwisata. Pada Tahun 1995, sektor pariwisata sempat menjadi sektor penghasil devisa terbesar, dengan perolehan devisa sekitar 15 milyar dollar AS, ketika ekspor kayu, tekstil, dan migas mengalami penurunan. Namun pasca tahun 1998, sektor ini mengalami penurunan yang cukup signifikan sebagai dampak gejolak sosial politik dalam negeri, sehingga kunjungan wisatawan manca negara menurun drastis. Selain itu, peristiwa terorisme, Flu Burung, dan gangguan keamanan dalam negeri, turut berimplikasi terhadap menurunnya jumlah wisatawan mancanegara, termasuk adanya kebijakan travel warning dari beberapa negara untuk berkunjung ke Indonesia.



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Tahun 2010, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dari 20 pintu masuk, sejumlah 7 juta jiwa (naik sekitar 10,74 % dibandingkan tahun sebelumnya), dengan rata-rata tinggal selama 7-8 hari dan rata-rata pengeluaran sejumlah kurang lebih 995 US$ (tahun 2009). Data ini menunjukkan bahwa dalam perspektif pembangunan nasional, sektor pariwisata memiliki kontribusi bermakna bagi peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), terutama bila dikaitkan dengan Sektor Perhotelan Dan Restoran.Dari sektor ini setidaknya pemerintah daerah mendapatkan pendapatan keuangan dari pajak hotel dan pajak restoran yang menambah penghasilan keuangan asli daerah.


Kerjasama sinergis antara Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah, agar dapat terwujud manajemen kepariwisataan yang baik pada seluruh bidang pendukung, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pula terhadap peningkatan devisa negara. Peran dan kontribusi sektor swasta harus terus didorong dan difasilitasi dalam pengembangan pariwisata, karena selama ini hampir sebagian besar obyek pariwisata dikelola oleh Pemerintah Daerah. Di suatu provinsi misalnya, lebih dari 90% obyek pariwisata dikelola oleh Pemerintah Daerah. Hal ini akan mengakibatkan tingginya tingkat ketergantungan manajamen obyek wisata terhadap alokasi dana APBD.



Padahal dalam mengefektifkan manajemen kepariwisataan, diperlukan pemahaman yang tepat mengenai aktivitas ekonomi pasar dari para pemangku kepentingan lainnya, yaitu dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah Daerah perlu memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan keberhasilan sektor pariwisata, antara lain dengan mengalokasikan dana APBD yang proporsional untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepariwisataan (seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi), memfasilitasi masyarakat (membentuk UKM) dan pihak swasta dalam mengelola potensi wisata (seperti wisata budaya dan wisata alam). Sinergi tiga pilar manajemen kepariwisataan, yakni Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat, merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan perkembangan sektor kepariwisataan di daerah. Kelemahan peran dari salah satu pilar, akan sangat menghambat upaya pengembangan kepariwisataan. Jadi pemerintah daerah, pihak pariwisata,dan masyarakat harus melaksanakan perannya secara bersama-sama dan berdampingan agar peningkatan perkembangan sektor kepariwisataan di daerah semakin meningkat sehingga dapat membuat daerah itu semakin maju kedepannya. Dengan majunya daerah tersebut maka kesejahteraan masyarakat akan terjamin, fasilitas sarana dan prasarana penunjang bertambah sehingga mengakibatkan pemerintahan berjalan baik dan lancar.


Berikut ini beberapa usaha-usaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan:



  1. Promosi terus menerus. Promosi wajib dilakukan agar turis asing semakin mengenal daerah tujuan wisata. Baik itu dengan ikut pameran internasional dan juga melalui website.

  2. Meningkatkan kualitas layanan dan akomodasi pariwisata. Pelayanan yang baik nan ramah akan membuat turis menjadi senang dan bukan tidak mungkin mereka akan datang berkunjung lagi.

  3. Meningkatkan keamanan. Ini adalah faktor penting yang tidak boleh dilewatkan jika ingin para wisatawan semakin banyak berdatangan ke negara kita.

  4. Menerapkan bebas visa. Bebas visa membuat proses keberangkatan tamu asing untuk masuk ke negara kita menjadi lebih mudah dan tidak ruwet.

  5. Promo paket liburan menarik. Siapa yang tidak sumringah melihat paket liburan dengan harga yang super miring? Inilah yang bisa dijadikan godaan bagi para tamu untuk segera berkunjung ke negara kita.

  6. Memperbanyak destinasi wisata. Pengunjung biasanya tertarik dengan tempat wisata baru, unik dan menarik.


Meningkatnya kunjungan wisatawan berimbas ke peningkatan perekonomian warga sekitar dan memang inilah tujuannya. Selain itu pemasukan daerah atau negara bertambah. Karena itulah banyak negara-negara diluar sana berlomba untuk menarik tamu agar datang ke negaranya, mengingat banyaknya keuntungan yang didatangkan bagi negara tersebut dan khususnya efek ke perekonomian masyarakat.

AKM DARI SUDUT PANDANG SISWA
  • 24 Maret 2021
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu Asesmen Nasional yang sedang digalang oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menggantikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Asesmen Nasional sebenarnya terdiri dari tiga bagian yaitu ...
SEBERAPA PENTING BANGUN PAGI
  • 23 Maret 2021
bagi seorang pelajar bangun pagi itu penting karena banyak nya kegiatan pagi yang harus dilakukan seperti : beribadah di awal waktu. Bagi siswa muslim, bangun pagi lebih awal, tepatnya ketika berkumandang bunyi azan, akan ...
PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DAN KESUKARELAWANAN PEMUDA
  • 18 Maret 2021
Menurut Pasal 1 Angka 1  UU No. 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara ...
PJOK DI MASA PANDEMI
  • 16 Maret 2021
Olahraga atau aktivitas fisik sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat mencegah terjadinya ...
PENENTUAN JURUSAN KULIAH DAN PENGARUHNYA
  • 12 Maret 2021
Tahun pelajaran 2020/2021 akan segera berakhir. Itu menandakan pembelajaran untuk siswa kelas XII SMA/SMK juga akan segera berakhir.Ini berarti mereka akan berada di persimpangan jalan, antara melanjutkan pendidikan atau tidak. Karena tidak semua orang ...
JADI PENGURUS OSIS ITU CAPEK TAPI KEREN
  • 10 Maret 2021
Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang lebih sering disebut OSIS adalah bagian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Yang pernah sekolah SMP/SMA pastilah mengenal OSIS. Semua siswa SMP/SMA otomatis menjadi anggota OSIS, tetapi tidak ...